Pages

 
Showing posts with label Peluang Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Peluang Bisnis. Show all posts

Monday, June 3, 2013

Bosan Jadi Bankir, Pria Ini Raup Ribuan Dolar dari Usaha Es Krim

0 komentar



Bekerja 18 tahun menjadi bankir tidak membuatnya puas, bahkan Scott Moloney merasa jenuh. Ia lalu keluar dari Comerica Bank dan banting setir menjadi pengusaha es krim yang sukses.

Dikutip dari CNN Money, Jumat 31 Mei 2013, Moloney menutup karirnya sebagai bankir dan membuka toko es krim pada 2009 lalu. Ia menemukan inspirasi membuka toko karena sering membawa keluarganya ke toko cake dekat rumahnya. "Toko itu selalu sibuk namun semua orang tampak bahagia," katanya.

Pada November 2009, Moloney menghadiri sebuah pameran makanan dan minuman dan belajar membuat es krim di sana. Membulatkan tekad, pada Desember 2009 ia tinggalkan sektor perbankan dan menggunakan pesangonnya untuk menyewa ruang di sebuah jalan yang sibuk.

Untuk membuka usaha, Moloney juga membutuhkan dana segar. Walaupun pernah aktif di dunia perbankan, tidak memuluskan Moloney dalam meminjam uang. Ia pernah ditolak untuk mendapatkan pinjaman, pekerjaan yang ia lakoni sebelumnya.

"Saya dulu paling sering memberitahukan klien kabar buruk ketika mereka mengalami kesulitan finansial," katanya. Namun, dengan tekad yang kuat ia ajukan lagi kredit pinjaman dan sukses.
Pada Maret 2010, ia membeli mesin pengolah es krim dengan kapasitas enam liter. Lima bulan kemudian, ia membuka toko es krim "Tread Dreams!". Untuk membedakan dengan toko es krim lainnya, ia menawarkan makanan dengan rasa yang tidak biasa. Seperti rasa buah Loopy yang memadukan sereal di es krim vanila.

Dengan berbagai masukan dari pelanggan, saat ini ia mempunyai 500 jenis kombinasi rasa yang diinginkan pelanggan, termasuk rasa lobster dan rasa daging.

Ia mengklaim sebagai ilmuwan gila es krim. Awalnya ia merasa takut untuk memulai bebagai kombinasi rasa aneh dibandingkan toko es krim tradisional. Namun berbagai kombinasi tersebut ternyata mendapatkan tempat di hati pelanggan.

Pada 2012, ia berhasil meraup pendapatan US$340 ribu per tahun. Maloney mengaku, gajinya saat ini lebih kecil dibandingkan menjadi bankir, namun ada kepuasan pribadi dan bahagia. "Setiap memberikan anak-anak es krim, mereka selalu tersenyum dan saya tidak pernah bosan akan hal itu," katanya.









http://bisnis.news.viva.co.id
Read more...

Monday, January 7, 2013

Gadget Pelacak Tas Dan Bagasi Yang Hilang

0 komentar



Kini tak perlu lagi risau bila ada barang Anda ketinggalan atau hilang saat berpergian. Trakdot, sebuah gadget pelacak tas dan bagasi yang hilang akan diluncurkan pada bulan Maret tahun ini.

Setiap kali Anda berpergian, menggunakan moda transportasi yang memisahkan Anda dengan bagasi, via udara misalnya, Anda mungkin selalu bertanya, apakah tas saya aman, atau apakah nanti saya mendarat tas saya juga mendarat.

Pun juga dengan jasa pengiriman barang. Pertanyaan tersebut selalu muncul. Atau pula jika Anda berpergian jauh dengan barang bawaan yang berada di tempat terpisah. Trakdot diciptakan untuk membantu melacak koper Anda saat berpergian.

Secara sederhana gadget ber-GPS ini nantinya akan melaporkan lokasi bagasi Anda secara real time ke perangkat, sejenis aplikasi ponsel atau via pesan singkat SMS ke device yang mendukung.

Misalkan saja Anda mendarat di bandara di San Francisco namun bagasi Anda tidak. Anda dapat dengan mudah menemukan dimana lokasinya. Bahkan sebelum Anda mencarinya, sebuah notifikasi telah dikirimkan ke ponsel Anda.

Selain melacak lokasi bagasi ke ponsel, pelacakan lokasi ini juga dihantarkan via email. Tas dan bagasi juga bisa dilacak di situs Trakdot. Di situs ini Anda juga bisa mengunduh aplikasi gratisnya.

Menariknya sebuah perangkat Trakdot tunggal bisa dihubungkan ke smartphone yang berbeda untuk pelacakan. Jadi ibu bisa melacak bagasi seluruh anggota keluarga, anak, suami, cucu, keponakan, via iPhone miliknya.

Trakdot diharapkan segera hadir di bulan Maret ini. Harga yang dibanderol untuk gadget tersebut yakni USD 49,95 (Rp 480 ribu), utuk pengaktifan dikenai biaya USD 8,99 (Rp 86 ribu), dan biaya tambahan lainnya sebesar USD 12,99 (125 ribu).

Kunjungi situs Trakdot di tautan berikut





sidomi.com
Read more...

Monday, November 26, 2012

Kebab Buah, Peluang Usaha Waralaba Baru

0 komentar


Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan waralaba kebab buah "Si Babah" sebagai salah satu pilihan jajanan ringan. Mahasiswa IPB yang menjabat General Manajer Kebab Buah Si Babah, Riza Suwindra mengatakan, outlet-outlet "Si Babah" sudah tersebar di Bogor, Sukabumi dan Depok.

"Saat ini kami sudah memiliki sembilan outlet berada di wilayah Bogor, Sukabumi dan Depok. Rencana minggu depan kami akan soft opening outlate ke 10 di Cilacap," kata Riza, yang saat ini duduk di semester akhir, Kamis (26/7/2012).

Riza mengatakan peluang usaha waralaba kebab buah Si Babah telah mulai dilirik. Promosi dilakukan melalui internet, jejaring sosial, dan penyebaran pamflet ke sejumlah daerah. Sejak diperkenalkan mulai Juni lalu, kebab buah Si Babah hasil kreasi mahasiswa IPB tersebut mulai digemari masyarakat.

"Ini terbukti dari omzet yang diperoleh masing-masing outlet kebab buah yang mencapai Rp1 juta. Seperti outlet yang di Sukabumi, rata-rata perhari bisa menjual 400 kebab, dengan pendapatan sampai Rp 1 juta," kata Riza.

Menurut dia, lokasi outlet sangat berpengrauh dalam menentukan besarnya pendapatan. Seperti outlet pertama yang ada di Kampus Dalam IPB Dramaga, rata-rata omzet Rp 500.000 dengan konsumen berasal dari kalangan mahasiswa dan umum.

Adapun, outlet di Sukabumi yang berada di depan mini market dan berdekatan dengan sekolah, sehingga mampu menjual 400 kebab setiap harinya.

Kebab buah Si Babah adalah hasil Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan IPB dengan bahan baku lokal. Makanan ini terdiri dari dua varian yakni "single fruit" dengan pilihan buah seperti strobery, nenas atau pisang. Varian ke dua yakni "mix fruit" yakni kebab yang isinya terdiri dari tiga jenis buah campuran.

Untuk single fruit dijual seharga Rp 5.000 per porsi, sedangkan mix fruit seharga Rp 8.000. Riza mengatakan, untuk bisa memiliki waralaba kebab buah ini, calon penjual hanya perlu membeli seharga Rp 15 juta.

"Dengan Rp15 juta sudah diberikan outlet, lemari pendingin, papan iklan, peralatan lengkap, dan bahan-bahan tersedia kulit kebab 1.000 pieces, dan kotak kemasan 3.000 pieces," katanya.

Sementara, untuk bisa memiliki waralaba Kebab Buah beberapa tahapannya diawali dengan kesepakatan, dan menyerahkan uang muka sebesar 70 persen, lalu 30 persen akan dilunasi pada saat pembukaaan.

Riza mengaku, usaha waralaba yang sedang dikembangkannya bersama empat orang rekannya mampu menggaji dua karyawan Rp 800.000 per bulannya.

"Untuk saat ini omzet yang ada baru kami gulirkan untuk menggaji karyawan dan modal usaha," katanya.

Kebab buah Si Babah hasil kreasi mahasiswa IPB telah diperkenalkan Juni lalu sebagai sebuah kampanye mencintai buah lokal Indonesia. Pengenalan kebab buah berlangsung dalam sebuah pameran di Jakarta yang dihadiri Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdikbud Illah Sailah.  




edukasi.kompas.com
Read more...

Saturday, October 13, 2012

Kisah Nyata : Jual Cincin untuk Modal Bakul Ikan, Kini Punya 50 Pesawat Terbang

0 komentar



Ingin pinjam uang di Bank dianggap gila , akhirnya jual cincin dan perhiasan yg dia punya buat modal bakul ikan..

Keputusannya keluar dari sekolah saat masih berusia 17 tahun sangat disesalkan oleh kedua orang tuanya. Namun, berkat keuletan dan kerja kerasnya, kini Susi Pudjiastuti memiliki 50 pesawat dan pabrik pengolahan ikan yang berkualitas untuk melayani kebutuhan ekspor.

Namanya Susi Pudjiastuti, Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan operator penerbangan Susi Air. Rambutnya ikal kemerahan, suaranya serak-serak, namun pembawaannya supel.

Bukan hanya bahasa Inggris fasih yang keluar dari mulutnya saat berbincang dengan para pilotnya yang bule. Susi – panggilan akrabnya – juga menggunakan bahasa Sunda dan sesekali bahasa Jawa kepada pembantu-pembantunya.

“Saya suka belajar bahasa apa aja. Yang penting bisa buat marah dan memerintah. Sebab, dengan itu, saya bisa bekerja,” ujarnya sambil lantas tertawa.

Saat ini, wanita kelahiran Pangandaran, 15 Januari 1965 tersebut, memiliki 50 unit pesawat berbagai jenis. Di antaranya adalah Grand Caravan 208B, Piaggio Avanti II, Pilatus Porter, serta Diamond DA 42. Kebanyakan pesawat itu dioperasikan di luar Jawa seperti di Papua dan Kalimantan.

“Ada yang disewa. Namun, ada yang dioperasikan sendiri oleh Susi Air. Biasanya dipakai di daerah-daerah perbatasan oleh pemda atau swasta,” jelas wanita yang betis kanannya ditato gambar burung phoenix dengan ekor menjuntai itu.


Susi tak mematok harga sewa pesawat secara khusus. Sebab, hal itu bergantung pelayanan yang diminta pihak penyewa. Biaya sewanya pun bermacam-macam, tapi rata-rata antara USD 400 sampai USD 500 per jam.

“Kadang ada yang mau USD 600 sampai USD 700 per jam. Perusahaan minyak mau bayar USD 1.000 karena beda-beda level servis yang dituntut. Untuk keperluan terbang, semua piranti disediakan Susi Air. Pesawat, pilot, maupun bahan bakar. Jadi, itu harga nett mereka tinggal bayar,” tegasnya.

Bakat bisnis Susi terlihat sejak masih belia. Pendirian dan kemauannya yang keras tergambar jelas saat usia Susi menginjak 17 tahun. Dia memutuskan keluar dari sekolah ketika kelas II SMA. Tak mau hidup dengan cara nebeng orang tua, dia mencoba hidup mandiri. Tapi, kenyataan memang tak semudah yang dibayangkan.
“Cuma bawa ijazah SMP, kalau ngelamar kerja jadi apa saya. Saya nggak mau yang biasa-biasa saja,” ujarnya.

Kerja keras pun dilakoni Susi saat itu. Mulai dari berjualan baju, bed cover, hingga hasil-hasil bumi seperti cengkeh. Setiap hari, Susi harus berkeliling Kota Pangandaran menggunakan sepeda motor untuk memasarkan barang dagangannya. Hingga, dia menyadari bahwa potensi Pangandaran adalah di bidang perikanan. “Mulailah saya pengen jualan ikan karena setiap hari lihat ratusan nelayan,” tuturnya.

Pada 1983, berbekal Rp 750 ribu hasil menjual perhiasan berupa gelang, kalung, serta cincin miliknya, Susi mengikuti jejak banyak wanita Pangandaran yang bekerja sebagai bakul ikan. Tiap pagi pada jam-jam tertentu, dia nimbrung bareng yang lain berkerumun di TPI (tempat pelelangan ikan). “Pada hari pertama, saya hanya dapat 1 kilogram ikan, dibeli sebuah resto kecil kenalan saya,” ungkapnya.

Tak cukup hanya di Pangandaran, Susi mulai berpikir meluaskan pasarnya hingga ke kota-kota besar seperti Jakarta. Dari sekadar menyewa, dia pun lantas membeli truk dengan sistem pendingin es batu dan membawa ikan-ikan segarnya ke Jakarta. “Tiap hari, pukul tiga sore, saya berangkat dari Pangandaran. Sampai di Jakarta tengah malam, lalu balik lagi ke Pangandaran,” ucapnya mengenang pekerjaan rutinnya yang berat pada masa lalu.

Meski sukses dalam bisnis, Susi mengaku gagal dalam hal asmara. Wanita pengagum tokoh Semar dalam dunia pewayangan itu menyatakan sudah tiga kali menikah. Tapi, biduk yang dia arungi bersama tiga suaminya tak sebiru dan seindah Pantai Pangandaran. Semua karam.

Dari suaminya yang terakhirlah, Christian von Strombeck, si Wonder Woman ini mendapat inspirasi untuk mengembangkan bisnis penerbangan. “Dia seorang aviation engineer,” lanjutnya.


Christian merupakan seorang ekspatriat yang pernah bekerja di IPTN (Industri Pesawat Terbang Nusantara yang sekarang bernama PT DI, Red). Awal perkenalannya dengan lelaki asal Prancis itu terjadi saat Christian sering bertandang ke Restoran Hilmans milik Susi di Pantai Pangandaran. Berawal dari perkenalan singkat, Christian akhirnya melamar Susi. “Restoran saya memang ramai. Sehari bisa 70-100 tamu,” katanya.

Dengan Christian, Susi mulai berangan-angan memiliki sebuah pesawat dengan tujuan utama mengangkut hasil perikanan ke Jakarta. Satu-satunya jalan, lanjut Susi, adalah dengan membangun landasan di desa-desa nelayan. “Jadi, tangkap ikan hari ini, sorenya sudah bisa dibawa ke Jakarta. Kan cuma sejam,” tegas ibu tiga anak dan satu cucu tersebut.

Berbeda jika harus memakai jalur darat yang bisa memakan waktu hingga sembilan jam. Sesampai di Jakarta, banyak ikan yang mati. Padahal, jika mati, harga jualnya bisa anjlok separuh.

“Kami mulai masukin business plan ke perbankan pada 2000, tapi nggak laku. Diketawain sama orang bank dan dianggap gila. ‘Mau beli pesawat USD 2 juta, bagaimana ikan sama udang bisa bayar,’ katanya,” ujar Susi.

Barulah pada 2004, Bank Mandiri percaya dan memberi pinjaman sebesar USD 4,7 juta (sekitar Rp 47 miliar) untuk membangun landasan, serta membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan. Namun, baru sebulan dipakai, terjadi bencana tsunami di Aceh. “Tanggal 27 kami berangkatkan satu pesawat untuk bantu. Itu jadi pesawat pertama yang mendarat di Meulaboh. Tanggal 28 kami masuk satu lagi. Kami bawa beras, mi instan, air dan tenda-tenda,” ungkapnya.

Awalnya, Susi berniat membantu distribusi bahan pokok secara gratis selama dua minggu saja. Tapi, ketika hendak balik, banyak lembaga non-pemerintah yang memintanya tetap berpartisipasi dalam recovery di Aceh. “Mereka mau bayar sewa pesawat kami. Satu setengah tahun kami kerja di sana. Dari situ, Susi Air bisa beli satu pesawat lagi,” jelasnya.

Perkembangan bisnis sewa pesawat miliknya pun terus melangit. Utang dari Bank Mandiri sekitar Rp 47 miliar sekarang tinggal 20 persennya. “Setahun lagi selesai. Tinggal tiga kali cicilan lagi. Dari BRI, sebagian baru mulai cicil. Kalau ditotal, semua (pinjaman dari perbankan) lebih dari Rp 2 triliun. Return of investment (balik modal) kalau di penerbangan bisa 10-15 tahun karena mahal,” katanya.

Susi tak hanya mengepakkan sayap di bisnis pesawat dan menebar jaring di laut. Sekarang, dia pun merambah bisnis perkebunan. Meski begitu, dia mengakui ada banyak rintangan yang harus dilalui. “Perikanan kita sempat hampir rugi karena tsunami di Pagandaran pada 2005. Kami sempat dua tahun nggak ada kerja perikanan,” tuturnya.

Untuk penerbangan rute Jawa seperti Jakarta-Pangandaran, Bandung-Pangandaran dan Jakarta-Cilacap, Susi menyatakan masih merugi. Sebab, terkadang hanya ada 3-4 penumpang. Dengan harga tiket rata-rata Rp 500 ribu, pendapatan itu tidak cukup untuk membeli bahan bakar. “Sebulan rute Jawa bisa rugi Rp 300 juta sampai Rp 400 juta. Tapi, kan tertutupi dari yang luar Jawa. Lagian, itu juga berguna untuk mengangkut perikanan kami,” ujarnya.

Susi memang harus mengutamakan para pembeli ikannya, karena mereka sangat sensitif terhadap kesegaran ikan. Sekali angkut dalam satu pesawat, dia bisa memasukkan 1,1 ton ikan atau lobster segar. Pembelinya dari Hongkong dan Jepang setiap hari menunggu di Jakarta. “Bisnis ikan serta lobster tetap jalan dan bisnis penerbangan akan terus kami kembangkan. Tahun depan kami harap sudah bisa memiliki 60 pesawat,” katanya penuh optimisme.


Semoga Kisah Ibu Susi ini bisa memacu semangat Generasi Muda Negeri ini untuk berani berusaha dan mau bekerja keras ! tidak hanya berharap bisa bekerja sebagai pegawai saja.. tetapi justru bisa menciptakan lapangan kerja baru di tengah sempitnya lapangan kerja saat ini..! Semangat…!!!



Read more...

Thursday, September 27, 2012

Inilah Sang Penjual Bubur Bergaji Ratusan Juta

0 komentar



Muhamad Suci Mardiko mungkin salah satu orang yang bisa melihat kekayaan kuliner Indonesia yang sangat beragam sekaligus anugrah dan peluang bisnis tersendiri bagi masyarakat. Peluang itu semakin besar di tengah budaya masyarakat yang hobi makan.
Cukup dengan dua alasan tersebut, Suci, pria ini biasa dipanggil, tak gentar memutuskan terjun ke bisnis kuliner setelah lama menjadi pegawai. Bukan makanan dari Barat atau Timur Tengah yang jadi pilihannya. Suci justru memilih bubur ayam sebagai bisnis yang akan dibangunnya.

Pada awalnya, Suci berniat berjualan bakso mengingat jenis makanan ini merupakan jajanan nomor satu di tanah air. Namun, niat itu urung diwujudkan karena persaingan bisnis di jajanan bakso telah tinggi dengan jumlah pemain terlampau banyak.
“Tiba-tiba terpikirkan oleh saya untuk mencoba berjualan bubur,” ujar Suci kepada VIVAnews di Jakarta, Jum’at 21 September 2012.



Suci menganggap, bubur merupakan jenis makanan yang memiliki banyak ragam dan hampir tersedia di semua daerah. Bermodalkan informasi itu, pria ini pun yakin pilihan usahanya ini akan laris karena penjual bubur seolah sudah memiliki pelanggan setia ketika pertama kali dijual, di mana pun lokasinya. 

Tahun 2006, mimpi memiliki bisnis bubur pun segera diwujudkan. Dia membuat tiga gerobak bermodalkan uang Rp12 juta. "Saya memang tidak mau main-main dengan mencoba satu gerobak terlebih dahulu, saya langsung membuat tiga,” ujarnya.

Sejak memulai bisnis pada tahun 2006, usaha bubur Suci mulai berkembang. Sampai pada akhirnya, pria berusia sekitar 35 tahun ini memutuskan membuat waralaba dengan merek Bubur'Qu. Keputusannya ini kembali tepat karena Suci kini memiliki 70 outlet Bubur'Qu di seluruh pulau besar di indonesia, kecuali Papua.
Kendati mewaralabakan bisnis buburnya, Suci tetap memasang harga jual yang tak terlalu mahal dibanding tukang bubur lainnya. Untuk satu porsi bubur, Suci mematok harga Rp7 ribu-8 ribu, bergantung dari jenis buburnya.
Untuk membedakan bisnis buburnya dengan makanan serupa yang sudah beredar selama ini, Suci pun menawarkan berbagai jenis bubur yang ada di tanah air. Saat ini, Bubur'Qu menawarkan jenis Bubur Sukabumi, Bubur Daging, dan Bubur Manado. Dari ketiga jenis makanan bubur itu, perbedaannya terletak pada topping makanan dan kuah buburnya saja.
Usai mewaralabakan bisnis buburnya ini, kantong Suci pun makin tebal. Saat ini omzet bubur dari tiap cabang yang dikelolanya bisa menghasilkan Rp8 juta-11 juta per bulan.

“Untuk pemasukan pribadi ke saya dari bahan baku, mungkin satu bulannya bisa lebih dari Rp100 juta, karena dari setiap cabangnya minimal berbelanja Rp2-3 juta per dua minggu,” ujarnya.

Read more...

Sunday, September 2, 2012

Berbagai Model Usaha Murah untuk Mulai Berbisnis

1 komentar



Bagi mahasiswa atau masyaratat umum yang memiliki insting entrepreneur maupun bisnis, membangun sebuah bisnis seolah telah menjadi dambaan hidup. Bahkan, mereka telah berangan-angan untuk menjadi bos dari bisnis yang dibuatnya.

Tak seperti program magang di musim panas, terdapat model bisnis yang menempatkan para mahasiswa untuk bertanggungjawab mengelolanya sekaligus menjadi pengalaman yang akan menuntunnya di masa depan.

Dikutip dari laman bussinesinsider, berikut adalah 10 model bisnis murah yang bisa mulai digarap sejak mahasiswa:

1. Kios makanan
Setidaknya ada tiga hal yang diperlukan untuk mulai berbisnis kios makanan yaitu kios, lisensi untuk menjual, dan makanan untuk dimasak.
Sejumlah situs di internet seperti GigMasters.com kini telah menawarkan jasa sewa lapak makanan untuk seluruh kawasan Amerika Serikat. Kalau tak mau repot, Anda bisa membuat kios sendiri.
Kunci utama untuk menjalankan bisnis ini adalah menemukan lokasi strategis seperti dekat kampus maupun kawasan pusat perbelanjaan.

2. Pemasaran alat kosmetik
Jika Anda merasa memiliki kemampuan di bidang penjualan dan ingin mengelola bisnis sendiri tanpa menambah biaya, menjadi marketing dari produk kosmetik bisa menjadi pilihan tepat. Dengan menjadi Avon Sales Representative, Anda hanya perlu mengeluarkan uang sebesar US$10 dan langsung mulai menjalankan bisnis sendiri.
Untuk memulai bisnis ini, buatlah jam kerja Anda, ruangan khusus di rumah, dan jalankan bisnis sesuai keinginan Anda.

3. Bimbingan Belajar (Bimbel)
Tak ada satu pun pihak yang dinilai memenuhi syarat untuk mengajar para pelajar selain mahasiswa. Di AS, untuk menyiapkan buku persiapan SAT (sejenis tes), hanya butuh mengeluarkan biaya US$20-30.
Untuk mulai melakukan bisnis ini, siapkan modal untuk mempromosikan bisnis Anda di media lokal serta sejumlah lokasi-lokasi umum. Tetapkan biaya Bimbel yang masuk akal.

4. Bisnis T-Shirt
Raymond Lei, pencipta ooShirt, memulai bisnis sejak masih menjadi mahasiswa. Jika Anda memiliki sisi humoris sekaligus desain, mulailah berpikir untuk membuat perusahaan pembuat t-shirt. Setelah penuh dengan ide-ide kreatif, langkah selanjutnya Anda harus menemukan jasa percetakan yang tepat. Persoalan biaya tergantung pada banyaknya kaos yang dihasilkan. Namun seiring makin banyaknya pembeli, keuntungan yang Anda dapatkan akan semakin besar pula.

5. Jasa angkutan
Untuk memulai bisnis ini, yang Anda butuhkan adalah kendaraan, SIM, dan buku petunjuk. Di AS, truk U-Haul bisa disewa dengan tarif US$20-40 per hari. Bersambung.... (umi)

6. Jasa perawatan anak (Childcare)
Memulai bisnis pada jasa perawatan anak atau daycare sebetulnya bisa menjadi mudah sepanjang Anda menginvestasikan dana pada sumber daya yang berkualitas dan bagus. Untuk mulai bisnis ini, Anda harus memperoleh sertifikat perawatan anak yang biasanya memakan biaya US$100.
Para perawat anak biasanya harus menguasai teknik pertolongan pertama dan pernapasan buatan (CPR). Untuk ilmu ini, Anda cukup mengeluarkan biaya US$50. Namun, ada beberapa tempat pelatihan seperti Palang Merah yang memberikan layanan gratis.
Pastikan rumah yang menjadi tempat bisnis Anda benar-benar aman dan memiliki banyak mainan untuk digunakan anak-anak. Kini, Anda tinggal memasarkan jasa layanan di sejumlah website khusus anak-anak.

7. Karya seni dan kerajinan
Jika Anda memiliki jiwa artis, menjual karya seni Anda bisa memunculkan insting entrepreneur di dalam diri. Anda bisa mulai menjual karya lewat website bahkan kampus-kampus universitas.
Bisnis Anda akan lebih sukses jika memiliki website sendiri untuk memamerkan karya-karya seni yang dimiliki.

8. Jasa konsultasi Pure Romance Consultant
Jasa konsultasi, Pure Romance, merupakan salah model bisnis jualan langsung yang tengah berkembang pesat. Pure Romance adalah bisnis pendorong wanita untuk memiliki lingkungan yang aman dan bersama-sama belajar tentang tubuh mereka. Bisnis ini juga terkait cara untuk memperbaiki hubungan mereka.
Mulailah dengan membeli sejumlah peralatan yang mendukung bisnis Anda dan selanjutnya tinggal bagaimana mengelola keuntungan yang bisa diraih. Model bisnis ini cocok untuk pesta lajang, walau tak tertutup kemungkinan menggelar jenis pesta lainnya.

9. Desainer Website
Setiap orang ingin mulai memiliki website sendiri. Namun, seringkali mereka tidak tahu cara memulainya. Beruntung jika Anda memiliki pengalaman di bidang grafis. Anda bisa menggunakan keahlian untuk meraup untung besar.
Sebagai ilustrasi, logo website bisa dijual di kisaran lebih dari US$300, terutama untuk pemilik UMKM. Mulailah tetapkan paket harga untuk bisnis Anda sendiri, di mana Anda akan menawarkan desain website dan jasa layanan lainnya dengan harga flat.

10. Bisnis identitas sekolah (school colours)
Saat ini, para pelajar banyak menghasilkan uang dari bisnis yang berkaitan dengan hal-hal yang berbau identitas sekolah. Tak ada alasan bagi Anda untuk mendapat untung dari bisnis ini.
Menjual barang-barang seperti tali sepatu, celana olahraga, gelang tangan, dan barang-barang lainnya akan sangat mudah dilakukan terutama dalam sebuah event olahraga.



Read more...