Pages

 
Showing posts with label HUT RI Ke 67. Show all posts
Showing posts with label HUT RI Ke 67. Show all posts

Saturday, August 17, 2013

Inilah Fakta Unik Hari Kemerdekaan Indonesia ke-68

0 komentar


5 Fakta Unik Mengenai Hari Kemerdekaan Indonesia - Tujuh belas Agustus adalah hari bersejarah bagi bangsa Indonesia dan seluruh rakyatnya. Tepatnya Tujuh Belas Agustus tahun 1945, karena pada tanggal tersebutlah merupakan awal kebangkitan rakyat Indonesia dalam melawan penjajah sekaligus penanda awalnya sebuah Revolusi. Namun tahukan kamu, ada beberapa fakta unik dan menarik, mengenai hari kemerdekaan negara kita tercinta ini yang akan sayang jika kamu lewatkan, apa sajakah fakta unik mengenai hari kemerdekaan itu?

Ini dia 5 Fakta Unik Mengenai Hari Kemerdekaan Indonesia.

1.Presiden sakit Saat Proklamirkan Kemerdekaan

Pukul 08.00 17 Agustus 1945 yakni 2 jam sebelum pembacaan teks Proklamasi , Bung Karno masih tertidur dikamarnya, di Jl. Pegangsaan Timur No. 56, Cikini, Jakarta. Rasa lemas dan suhu badan tinggi didiagnosa dokter Soekarno saat itu terkena gejala malaria tertiana. Saat dibangunkan oleh sang dokter Dr. Soeharto, beliau mengeluh "Pating Greges". Kemudian akhirnya dokter memutuskan untuk menyuntikan chinineurethan intramusculair dan memberikan pil brom chinine padanya, setelah itu beliau diminta untuk istirahat sejenak agar obat segera bereaksi pada tubuhnya. Pada pukul 09.00 beliau sudah berpakaian rapih dengan baju putih-putih, kemudian menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat jam 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah, meskipun seusai proklamir beliau kembali ke kamar karena merasa masih meriang, namun saat itulah awal terjadinya sebuah revolusi.
2.Bendera dari kain Tukang Soto dan Seprai

Jika saat ini bendera negara dibuat dengan seapik-apiknya, hal tersebut jauh berbeda dengan bendera merah putih pertama yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Warna putih dari bendera didapat dari seprai tidur Bung Karno sedangkan warna merahnya didapat dari kain tukang soto.

3.Naskah Proklamasi di Temukan di Tempat Sampah

Teks asli naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno sesungguhnya tidak pernah dimiliki dan didokumentasikan oleh Pemerintah. Naasnya, naskah historis tersebut disimpan dan dijaga dengan baik oleh seorang wartawan BM bernama Diah. Dian mengaku menemukan naskah tersebut dikeranjang sampah di rumah Laksamana Maeda pada 17 Agustus 1945 dini hari. Namun setelah disalin ulang dengan mesin ketik oleh Sajuti Melik pasa 29 Mei 1992, naskah yang telah ia simpan selama 46 tahun itu ia serahkan pada Presiden Soeharto.
4.Soekarno Menghujani Penumpang Pesawat dengan Air seni

Hanya The Founding Father Indonesia-lah yang pernah merasakan mandi dengan air seni. Betapa tidak, sepulangnya dari Dalat, Saigon, Vietnam pada 13 Agustus 1945. Soekarno beserta Bung Hatta, dr. Radjiman, Dr. Soeharto sebagai dokter pribadinya dan seluruh awak pesawat lainnya. Ditengah perjalanan, beliau ingin sekali buang air kecil, namun sayangnya saat itu pesawat belum dilengkapi dengan sarana toilet. Setelah dicari jalan keluarnya, beliau melihat dinding-dinding kecil di badan pesawat, dan disanalah beliau melepaskan hasrat buang hajat kecilnya. Namun karena semburan angin yang begitu kencang, bersemburlah air seni tersut hingga menghujani penumpang.

5.Negatif Dokumentasi Kemerdekaan Diletakan Di Bawah Pohon

Berkat Kebohongan Frans Mendoer, Fotografer yang mendokumentasikan detik-detik menjelang kemerdekaan yang menyatakan pada tentara Jepang bahwa ia tidak meiliki negatif photo tersebut dan sudah menyerahkannya pada Barisan pelopor, sebuah gerakan pelopor. Padahal negatif dokumentasi tersebut sengaja ia tanam dibawah pohon dekat halaman Kantor harian Asia Raja dan sampai saat ini-lah dokumentasi tersebut bisa kita saksikan.








google.com
Read more...

Tuesday, January 22, 2013

Berbagai Kehebatan Bahasa Indonesia : Bahasa yang Diprioritaskan di Vietnam

0 komentar


Kawan, mungkin kita mengira bahwa bahasa Indonesia hanya dipelajari dan digunakan di Indonesia, dan menganggap bahasa Indonesia kalah menarik dibanding bahasa asing lain terutama bahasa Inggris. Nah, kamu pasti kaget kalau mengetahui ternyata bahasa Indonesia itu popular lho di dunia.

Bahasa yang Paling Banyak Digunakan

Tahu nggak kawan, ternyata nggak cuma di Indonesia saja yang menerapkan pelajaran bahasa Indonesia. Percaya nggak, kalau sekarang ini bahasa Indonesia sudah dipelajari di lebih dari 45 negara di dunia? Beberapa negaranya adalah Australia, Jepang, Vietnam, Mesir, dan Italia. Hal ini membuat bahasa Indonesia masuk ke dalam peringkat 10 besar bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Amazing!

Paling Populer di Australia

Perlu kamu tahu nih kawan, di Australia, bahasa Indonesia merupakan bahasa paling populer keempat. Ada kurang lebih 500 sekolah pada tingkat pendidikan dasar yang mengajarkan bahasa Indonesia di negara kanguru ini. Sama seperti di Negara kita, Bahasa Indonesia adalah bahasa yang wajib dipelajari di tingkat sekolah dasar. Beberapa universitas di Australia ini juga ada yang menyediakan jurusan bahasa atau sastra Indonesia lho, hal ini membuat Australia menjadi salah satu negara yang paling populer mengembangkan bahasa Indonesia. jadi jangan heran kalau kamu sedang berkunjung ke Australia, kamu menemukan anak – anak SD yang bisa menyapa kita dengan sapaan khas orang Indonesia ‘Selamat pagi, apa kabar?’ Wihhhh!

Pusat Studi Indonesia di Afrika

Salah satu Negara di benua Afrika, yaitu Mesir tercatat sebagai negara yang paling utama mengembangkan bahasa Indonesia, kawan. Negara piramid dan sphinx ini baru saja membangun Pusat Studi Indonesia lho. Pusat Studi ini ada di Suez Canal University, dan merupakan langkah awal untuk lebih mendalami Indonesia dari semua aspek, mencakup ideologi, politik, sosial dan budaya, ekonomi dan pertahanan keamanannya.

Menjadi Bahasa Pilihan di Situs Klub Sepak Bola

Siapa ciba yang nggak tahu Juventus, Intermilan, dan AC Milan. Yup, tiga klub sepak bola di Itali ini telah meluncurkan situs resmi mereka dalam bahasa Indonesia. Hal itu menunjukan kalau Itali juga memiliki minat mendalam terhadap bahasa Indonesia. Wow!

Lama di Jepang

Di negara matahari terbit ini sudah lama didirikan pusat-pusat studi Indonesia, kawan. Salah satunya yang didirikan oleh Nihon-Indonesia Gakkai atau Perhimpunan Pengkaji Indonesia Seluruh Jepang tahun 1969. Nah, anggota organisasi ini terdiri dari kalangan akademisi Jepang yang mengajar bahasa dan berbagai aspek tentang Indonesia di berbagai Universitas di Jepang. Sejak tahun 1992 organisasi ini mulai melakukan ujian kemampuan Bahasa Indonesia. Sampai sekarang tercatat lebih dari 12.500 peserta yang telah mengikuti tes kemampuan berbahasa Indonesia dalam berbagai level atau tingkatan. Saat ini ada beberapa Universitas di Jepang yang membuka jurusan bahasa Indonesia lho, antara lain Universitas Kajian Asing Tokyo, Universitas Tenri, Universitas Kajian Asing Osaka, Universitas Sango Kyoto, dan Universitas Setsunan. Sementara yang mengajarkan bahasa Indonesia sebagai mata kuliah pilihan ada lebih dari 20 perguruan tinggi di Jepang.

Bahasa yang Diprioritaskan di Vietnam

Vietnam juga merupakan negara yang menghargai bahasa Indonesia. Di Vietnam, posisi bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa Inggris, Perancis dan Jepang sebagai bahasa resmi yang diprioritaskan. Bahkan sejak akhir 2007, pemerintah daerah Ho Chi Minh City menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi kedua setelah bahasa Vietnam, menempatkan Vietnam sebagai negara kedua setelah Indonesia yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi. Gokil!

Nah, sudah tahu kan kehebatan bajasa tanah air kita, Indonesia! Jadi, berbanggalah selalu terhadap bahasa Indonesia, nggak lagi hanya mimpi kalau suatu saat Bahasa Indonesia dapat menjadi bahasa internasional. Amin!








remaja.suaramerdeka.com



Read more...

Saturday, August 18, 2012

Berbagai Macam Lomba Pada 17 Agustus dan Makna Filosofinya

0 komentar

Kita harus bersyukur merdeka Tahun '45. Kalimat Semangat '45 terdengar "Gagah". Coba tahun '69. Semangat '69 terkesan "Menggagahi".

Kita bersyukur lagi, merdeka tanggal 17 Agustus. Semua serba merah putih. Coba 14 Februari, pasti serba merah jambu.

Masih terus bersyukur, proklamator Republik Indonesia bernama Ahmad Soekarno. Kalo Ahmad Dhani, itu Republik Cinta.

Bersyukur merdeka 17/8/45. Burung Garuda jadi gagah. Coba 1/1/45, bulu sayap dan ekornya cuma sehelai. ( ya ampun gmn bentuk nya??)

Bersyukur lagi warna bendera kita Merah Putih. Coba warna Ungu, lagu kebangsaan berubah jadi Demi Waktu.

Bersyukurlah facebook belum ada di tahun 1945, coba kalo dah ada, pasti bakal ada gerakan sejuta facebooker dukung Indonesia merdeka atau gerakan koin untuk Indonesia

Beruntunglah Google belum lahir di tahun 1945, coba kalo dah ada, tentunya Belanda akan dengan mudah mencari "Cara Membatalkan Kemerdekaan RI" di Google search...

Pada masa kecil dulu ada moment yang sangat ditunggu-tunggu oleh anak-anak, yaitu ikut lomba tujuh belasan. Berbagai macam lomba digelar untuk memperingati HUT RI. Lomba permainan semacam ini seakan tak lekang oleh waktu, buktinya sampai sekarang masih kita saksikan di sekitar lingkungan rumah kita.

Kalau dicermati, berbagai macam permainanan dalam lomba tujuh belasan mempunyai makna yang cukup mendalam.


  • Lomba Makan Kerupuk
Kerupuk terikat pada seutas tali, dan digantung yang tingginya di atas mulut peserta lomba. Aturan main, kedua tangan tidak boleh memegang tali/kerupuk, untuk itu kedua tangan disembunyikan di belakang pinggang. Hebohnya, tali gantungan kerap berayun akibat tarikan dari peserta lain.

Permainan ini mengajarkan kepada kita, di jaman penjajahan dulu rakyat mengalami kesulitan sandang, pangan dan papan. Untuk makan yang paling sederhana sekali pun mengalami kesulitan, akibat hasil panen penduduk diambil paksa oleh penguasa. Akibatnya, banyak rakyat yang kurang gizi bahkan mati kelaparan.


  • Lomba Balap Karung

Pemain masuk ke dalam karung, kemudian dengan lari dengan cara meloncat. Tidak jarang pemain terjatuh berguling-guling. Karung ini mengingatkan pada saat dijajah oleh Jepang. Sebagian besar rakyat mengalami penderitaan sangat berat, karena bahan pakaian sengaja tidak didistribusikan sehingga yang tertinggal hanyalah karung goni bekas.

Kain yang berserat kasar tersebut menimbulkan gatal-gatal di kulit karena sebagai sarang kutu. Filosofi menginjak-injak karung, kita meninggalkan pakaian yang sangat tidak pantas pakai tersebut. Ada makna lain dari balap karung yaitu betapa sulitnya berlari ketika kedua kaki terkungkung di dalam karung. Seperti kungkungan penjajah terhadap kebebasan rakyat untuk kemajuan bangsa Indonesia.

  • Lomba Tarik Tambang

Makna dari permainan ini bahwa persatuan sebagai modal utama untuk mengalahkan penjajah/lawan. Permainan ini juga mengajarkan bagaimana membentuk tim yang kompak dalam menyusun strategi yang tepat untuk dapat menarik tambang dengan mantap..

  • Lomba Panjat Pinang

Biasanya lomba ini digelar sebagai puncak acara dari aneka perlombaan. Lomba ini sering membuat tawa geli penonton. Pemanjat yang sudah mencapai ketinggian tertentu harus kembali merosot ke bawah. Mereka berusaha berkali-kali menggapai hadiah di ujung tiang batang pinang berlumur oli dan minyak.

Untuk mencapai puncak, mereka harus bekerja sama saling bahu-membahu. Filosofi permainan ini adalah kebersamaan komponen bangsa untuk meraih kemerdekaan.

  • Lomba Memindahkan Belut

Permainan ini memindahkan seekor belut ke tempat lain. Makna permainan ini, betapa pun sulit dan licinnya belut penjajah tetap harus diusir dari negeri ini. Perlu kesabaran dan ketekunan.

  • Lomba Memasukkan Pensil Dalam Botol

Filosofi permainan ini, Betapa tidak mudahnya kita untuk merebut kemerdekaan, seperti sulitnya memasukan pensil kedalam botol sambil membelakanginya.

  • Lomba Kelereng Dalam Sendok

Filosofi dari permainan ini adalah kita membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian dalam berjuangan merebut kemerdekaan.. bayaingin dah berapa ratus tahun belanda menjajah kita? tapi dengan kesabaran, akhirnya kita bisa..



Read more...

Friday, August 17, 2012

Kesenjangan Nasib Veteran Indonesia dan Veteran Amerika

0 komentar

Hari ini kita memperingati kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 67, kemerdekaan bagi kita sang penerus bangsa memanglah sangat berarti, namun benarkah kita sudah benar-benar merdeka? Ingatkah kita dengan para pejuang yang telah berdarah-darah dan berlinang air mata hanya untuk kita sanga penerus bangsa yang mereka kira akan lebih baik dari jaman kolonialisme dahulu.

Sayangnya cita-cita tersebut sepertinya belum kesampaian.. lihatlah sekarang..


Veteran Amerika
Tempat tinggal yang layak, masa depan yang terjamin dan hari tua yang bahagia... bandingkan dengan di negeri kita... :(

Indonesia




amerika, tunjangan hari tua yang terjamin,, :)

di indonesia... :-( silakan komen sendiri deh...



di Amerika, masih diakui kepahlawanannya hingga tua..


di Indonesia....... :-(




Read more...

Mau Tahu Siapa Saja Anggota Paskibraka 2012??

0 komentar

Sebanyak 66 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) 2012 akan bertugas saat upacara pengibaran bendera tepat HUT Kemerdekaan RI ke-67 di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/8/2012).

Anngota Paskibaraka yang bertugas sebagai pembawa baki tim merah adalah Mega Ayundya Nirwaningtyas, Paskibaraka asal Jawa Tengah, siswa Sekolah SMA Taruna Nusantara, Kab Magelang. Sedangkan anggota Paskibaraka pembawa baki tim putih adalah Delin Nova Liani, asal Sumatera Barat, siswa sekolah SMAN 2 Payakumbuh.

Sementara itu, pejabat komandan upacara peringatan detik-detik proklamasi adalah Kol Inf Sonny Aprianto (DanBrirg I PIK/JS Kodam Jaya).

Pembawa baki tim merah adalah Mega Ayundya Nirwaningtyas, Paskibaraka asal Jawa Tengah, siswa Sekolah SMA Taruna Nusantara, Kab Magelang.


Berikut nama-nama anggota Paskibraka yang akan bertugas dalam pengibaran Bendera Sang Merah Putih. Terdapat 33 provinsi yang masing-masing mengirimkan dua wakil:

Gorontalo: Dadang Nurhidayat Ahmad; Dewi Eka Putri Ismail

Jabar: FX. Tetuko Zlatoper Winanda; Eluira Putri

Jateng: Moh.Hasan Sidiq; Mega Ayundya Nirwaningtyas

Jatim: Riza Putra Nugraha; Aulia Rahma Prayekti

DI Yogyakarta: Akhmad Miskhal Nafidz; Lilis Arilia

Bali: I Gede Yoga Eka; Dewa Ayu Ardikna Suari

Banten: Adi Wahyu Nurhidayat; Riz Nurzufriona

Dki Jakarta: Dannil Hidayat; Emilka Nuradanta

NTB: Azan Subhi; Syafira Kwartalia Putri

NTT: Rifki Prayogi Waly; Siti Aisyah Makunima

Kalsel: Gusti Muhammad Rifa Abadi; Nita Indah Sari

Kalbar: Gunawan; Ayu

Kaltim: Fauzi Prawira Karva; Thelma Saptari Lalamentik

Kalimantan Tengah: Efraim Adven; Oktyana Mentaya Sari

Sulawesi Selatan: Muhammad Darul Aqza Jufri; Andina Arbarini

Sulawesi Tengah: Juniarto; Aisah Chantika

Sulawesi Tenggara: Afrizal Akmal; Yeti Astuti

Sulawesi Barat: Heryanto Lengkong; Dian Nur Afria Ditha

Sulawesi Utara: Christo Frederiskk Netanel Bawelle; Nikita Esther Lengkey

Maluku: Aufa Dien Assagaf; Jessica Cillion Botter

Maluku Utara: Rizky Arsad; Atia Vitalia Aswandany

Papua: Rivan Fredo Makanuay; Benita Luciane Kawaitouw

Papua Barat: Theo Fiktur Manruaru; Marice Baransano


Read more...